Pengalaman menjadi anggota koperasi

Pertama kali saya mendengar kata koperasi ketika saya masih duduk disekolah dasar negri 05 pagi, karna pada saat itu guru-guru saya menyuruh kami jika membeli barang-barang untuk keperluan sekolah seperti pakaian seragam,topi,dasi,pulpen,pensil,buku paket,Lks dan masih banyak lagi dikoperasi sekolah saja karna harganya lumayan berbeda dari harga di pasaran. tetapi pada saat itu saya menganggap bahwa koperasi sekolah hanyalah tempat jual beli perlengkapan sekolah yang disiapkan khusus untuk murid-murid disekolah saya yang sebetulnya sama sama saja dengan toko-toko diluar sana tetapi yang membedakan hanyalah harganya yang cukup terjangkau.
lalu ketika saya masuk sekolah nenengah atas pertama negri 98 jakarta anggapan saya selama ini terhadap koperasi berubah karena pada saat itu smurid-murid diberitahukan bahwa semua anggota sekolah saya dari keryawan sekolah, guru-guru, hingga semua siswa diwajibkan menjadi anggota koperasi makmur “sebut saja seperti itu” dan murid-murid diwajibkan membayar iuran atau dana sukarela untuk koperasi sebesar Rp1000/hari.
disinilah saya merasakan manfaat ketika saya menjadi anggota koperasi. misalnya koperasi dapat melatih seluruh siswa-siswi untuk belajar berorganisasi sejak dini sehingga ketika mereka hidup ditengah-tengah masyarakat telah memiliki bekal yang cukup,koperasi juga dapat membentuk mental seluruh siswa yang menjadi anggota koperasi untuk senantiasa selalu jujur dan disiplin, serta dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan dikalangan siswa. selain manfaat yang mengarahkan perubahan-perubahan yang positif bagi seluruh anggota koperasi juga memberikan banyak keuntungan bagi para angota maupun bukan anggota karna semua anggota yang membeli dikoperasi akan mendapatkan harga yang relatif lebih murah dari harga ditoko-toko biasa, koperasi juga dapat menghemat waktu, biaya, dan tenaga karna letaknya masih didalam lingkungan sekolah, para anggota juga dapat memperoleh keuntungan yang sama dari koperasi bahkan ketika waktu kenaikan kelas iuran atau dana sukarela yang dikeluarkan anggota koperasi disekolah saya semuanya dikembalikan kemasing-masing anggota dan tahun berikutnya mulai mambayar iuran kembali begitu seterusnya selama 3 tahun. sedangkan kerugian atau kelemahan koperasi seperti kehabisan atau kekurangan stok barang,cara penjualan tidak terlalu efektif karna setiap membeli dikoperasi sekolah harus mengantri cukup lama bahkan sampai berdesak-desakan. mungkin karena koperasi disekolah saya sangat terbatas tempat dan pelayanannya.
sewaktu disekolah menengah atas siswa-siswi tidak diharuskan menjadi anggota koperasi sekolah, tetapi sekolah tetap menjual perlengkapan sekolah dengan harga yang lebih rendah.
pada saat inilah saya hanya menjadi pembeli dikoperasi.
jadi kesimpulan yang dapat saya ambil antara ketika saya menjadi anggota koperasi dan tidak menjadi anggota koperasi itu sebanarnya sama, sama-sama dapat membeli barang dengan harga yang murah sedangkan yang membedakan jika anggota koperasi mendapatkan keuntungan yang diperoleh oleh koperasi sedangkan yang bukan anggota koperasi tidak mendapatkan keuntungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: