Topik, Tema, Judul

Posted in Uncategorized on May 11, 2010 by riski21208074

Perbedaan Topik, Tema,Judul

TOPIK

Kalimat topik adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. Topik juga mengontrol dan membatasi ide yang didiskusikan dalam paragraph

TEMA

Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah atapnya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut

JUDUL

Judul adalah perincian atau penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersipat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan.

Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya.

Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Suatu Penelitian tentang Korelasi antara Kejahatan Anak-anak dan Tempat Kediaman yang Tidak Memadai.

Syarat Topik, Tema, Judul

Syarat topik yang baik,adalah :
a. Topik harus menarik perhatian penulis adalah Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya

b. Diketahui oleh penulis. Maksudnya Penulis hendaklah mengerti atau mengetahui meskipun baru prinsip-perinsip ilmiahnya.
Contoh:
• Mencari sumber-sumber data .
• Metode atau penerapan yang digunakan.
• Metode analisis yang akan digunakan.
• Buku-buku referensi yang digunakan.

c. Jangan terlalu baru,jangan terlalu teknis dan jangan terlalu kontroversial.maksudnya

Bagi penulis pemula,topik yang baru kemungkinan belum ada referensinya dalam kepustakaan.Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis bila tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya.Topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.

d. Bermanfaat. maksudnyaTopik yang dipilih hendaknya bermanfaat. Ditinjau dari segi akademis dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan dapat berguna dalam ehidupan sehari-hari maupun dari segi praktis.

e. Jangan terlau luas.

Penulis harus membatasi topik yang akan ditulis.Setipa penulis harus betul-betul yakin bahwa topik yang dipilihnya cukup sempit dan berbatas untuk digarap sehingga tulisannya dapat terfokus.

Syarat Tema yang baik, adalah :

1. Tema menarik perhatian penulis.

Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi

2. Tema dikenal dengan baik.

Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam

3. Bahan-bahannya dapat diperoleh.

Sebuh tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

4. Tema dibatasi ruang lingkupnya.

Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

Syarat Judul yang baik, yaitu :
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.
b. Relevan

Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda ( harus mempunyai pertalian dengan temanya, atau ada pertalian dengan beberapa bagian penting dari tema tersebut).

c. Provokatif

Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.

d. Singkat

Judul tidak boleh bertele-tele, harus singkat dan langsung pada inti yang ingin dibicarakan sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tercermin lewat judul.

e. Harus bebentuk frasa
f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
h. Menarik perhatian,
i. Logis,
j. Sesuai dengan isi.

Cara membatasi Topik

• Memungkinkan pennulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.
• Memungkinkan penulis mengadakan penelitian lebih intensif mengenai masalahnya.

Contoh Pembatasan Topik

a. Tetapkanlah topik dalam kedudukan central.
b.Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci , bila dapat tetapkan lah.
c.Tetpkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih
d. Ajukan pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.

TUGAS TEORI EKONOMI II

Posted in Uncategorized on May 11, 2010 by riski21208074

BAGIAN I : PILIHAN GANDA.
1).      Jika variable-variabel kegiatan ekonomi yang diperhatikan : C, S, I, Y, Tx, G dan T maka perekonomian tersebut merupakan.:

1.      Pereconomian tertutup sederhana

2.      Perekonomian tertutup dengan kebijakan fiskal.

3.      Perekonomian terbuka dengan kecepatan fiskal.

4.      Perekonomian terbuka tanpa kebijakan fiskal.

2).      Apabila kurva IS landai, maka kebijakan yang efektif adalah :

1.      Kebijakan fiskal

2.      Kebijakan Moneter

3.      Kebijakan pendapatan

4.      Kebijakan luar negeri.

3).      Motif memegang uang yang besar-kecilnya tergantung dari besar-kecilnya transaksi adalah :

1.      Permintaan uang untuk traksaksi.

2.      Permintaan uang untuk berjaga-jaga

.3.      Permintaan uang untuk spekulasi.

4.      Jumlah uang yang beredar.

4).      Jika dalam transaksi perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang, ekspor produk Indonesia lebih besar dari impor Jepang maka posisi untuk Indonesia :

1.      Neraca jasa mengalami defisit.

2.      Neraca barang mengalami defisit.

3.      Neraca perdagangan mengalami surplus.

4.      Neraca perdagangan mengalami defisit.

5.)      Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran konsumsi adalah seperti dibawah, kecuali :

1.      Distribusi pendapatan nasional.

2.      Kebijaksanaan finansial perusahaan.

3.      Ramalan diwaktu yang akan datang.

4.      Jauh-dekatnya dari pasar.

6).      Fungsi konsumsi Keynes menunjukan hubungan pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang dinyatakan dengan :

1.      Tingkat harga berlaku.

c. Tingkat harga konstan.

2.      Pendapatan absolut.

d. Keuntungan absolut.

7).      Dalam analisis keefektifan kebijakan fiskal yang terjadi pada

Liquidity Trap Range adalah ………….

.1.      Paling efektif.

c. Tidak efektif.

2.      Kurang efektif

d. Tergantung pajak yang ada.

8.)      Dibawah ini adalah cara pemerintah dalam mengatur jumlah uang beredar dengan cara Qualitative credit control adalah :

1.      Rediscount rate.

c. Legal reserve requirement.

2.      Open market operation

d. Selective credit control.

9. )     Pada saat tingkat bunga tinggi, jumlah uang yang diminta untuk motif spekulasi adalah

:1.      Tinggi.

c. Tidak menentu

2.      Rendah / kecil.

d. Tetap.

10.)  Yang dimaksud uang dalam pengertian L1 adalah :

1.      Permintaan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga.

2.      Permintaan uang untuk berjaga-jaga dan untuk spekulasi.

3.      Permintaan uang untuk spekulasi.

4.      Penawaran uang.

11. ) Motif memegang uang terdiri dari tiga. Besarnya permintaan uang untuk berjaga-jaga ditentukan oleh :

1.      Besarnya pendapatan.

c. Besarnya tranksaksi.

2.      Besarnya resiko.

d. Besarnya spekulasi.

12.)  Buku yang menjadi dasar analisis Makro ekonomi dikarang oleh :

1.      Adam Smith.

c. John Maynard Keynes

2.      David mc Celland

d. Milton Fredman.

13).  Dibawah ini adalah istilah yang tidak sama dengan istilah pasar barang :

1.      Commodity market.

c. real sector.

2.      Expenditure sector

d. Economic sector.

14.)  Dua faktor penting yang menentukan / diperlukan untuk memutuskan suatu investasi adalah :

1.      Keuntungan yang diharapkan dan tingkat bunga.

2.      Pendapatan nasional dan tingkat bunga.

3.      Besarnya konsumsi da tabungan.

4.      Pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

15).  Biaya bersih sesudah dikurang semua biaya tak termasuk biaya bunga disebut :

1.      Marginal physical product.

c. Marginal Effisiency of Invesment

2.      Marginal Effisiency of capital.

d. Marginal utility.

16. ) Dibawah ini mana yang benar :

1.      Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi dikurangi suku bunga nominal.

2.      Tingkat suku bunga riil sama dengan suku bunga nominal dikurangi inflasi.

3.      Tingkat suku bunga riil sama denga suku bunga nominal

.4.      Tingkat suku bunga riil sama dengan inflasi.

17.)  Fungsi investasi dibedakan menjadi dua. Dalam analisis makro biasanya investasi perusahaan diasumsikan sebagai :

1.      Investasi terpengaruh.

c. Investasi nominal.

2.      Investasi marginal.

d. Investasi otonomi.

18.)  Mekanisme transmisi Keynes tradisional berjalan melalui :

1.      Cost of Fund c. Marginal efficiency of Invesment

2.      Cost of capital effect.

d. Marginal Physical product.

19. ) Mekanisme Transmisi Keynes modern dibagi dalam tiga bagian. Dibawah ini yang bukan dari ketiga bagian tersebut adalah :

1.      Penyesuaian portfolio di sektor moneter.

2.      Mekanisme transmisi melalui cost of capital effect.

3.      Penyesuaian di sektor nyata / riil.

4.      Penyesuaian di sektor industri.

20).  Pelopor teori kuantitas uang modern adalah :

1.      Milton Fredman.

c. Adam smith

2.      John Maynard Keynes

d. Irving Visher.

21.)  Pengaruh perubahan harga terhadap jalannya perekonomian dikenal dengan nama

:1.      Cost of capital effect.

c. Income effect.

2.      Keynes effect

d. Hallo effect.

22).  Pernyataan berikut ini yang benar mengapa Ilmu ekonomi dipelajari, adalah :

1.      Membantu seseorang dalam mengelola kekayaannya.

2.      Memberikan petunjuk mengenai kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk memecahkan masalah ekonomi.

3.      Untuk membantu pelaku ekonomi memperoleh keuntungan.

4.      Membantu pengusaha dalam menentukan harga.

23. ) Permalahan ekonomi makro mencakup dua hal yakni masalah jangka panjang dan masalah jangka pendek. Masalah jangka pendek meliputi :

1.      Pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran

.2.      Inflasi dan pertambahan penduduk.

3.      Pengangguran dan pertambahan kapasitas factor produksi.

4.      Inflasi dan ketersediaan dana investasi.

24).  Dalam analisis jangka pendek ada beberapa factor yang diasumsikan tidak berubah atau tidak bisa diubah, yaitu seperti dibawahini, kecuali :

1.      Kapasitas produksi total dari perekonomian.

2.      Jumlah penduduk dan jumlah angkatan kerja.

3.      Harga barang dan jasa.

4.      Lembaga social dan politik.

25).  Untuk menjalankan perekonomian jangka pendek pemerintah harus membuat kebijakan jangka pendek, adalah seperti dibawah, kecuali :

1.      Menambah jumlah uang yang beredar.

2.      Mengeluarkan obligasi Negara.

3.      Menurunkan bunga kredit bank.

4.      Meningkatkan kapasitas produksi.

26.)  Suatu hal yang melandasi kaum klasik dalam pasar barang bersifat “ self regulating “ adalah :

1.      Harga tetap / konstan.

2.      Berlakunya hokum say

3.      Pengangguran sering terjadi dalam perekonomian.

4.      Kapasitas produksi terus bertambah.

27).  Perbedaan teori klasik dengan teori Keyness diantaranya menyangkut masalah nilai uang. Yang dimaksud nilai uang menurut teori ekonomi klasik adalah :

1.      Tingkat bunga simpanan.

2.      Tingkat bunga pinjaman.

3.      Nilai nominal uang.

4.      Nilai riil uang.

28.)  Situasi makro suatu perekonomian terutama dipasar barang, teori klasik berbeda dengan teori Keynes. Menurut Keynes kegiatan dipasar barang ditentukan oleh :

1.      Mekanisme harga.

2.      Permintaan efektif masyarakat.

3.      Harga barang dan jasa.

4.      Pendapatan masyarakat.

29.)  Besarnya angka penganda ( effect multiflier ) untuk perekonomian terbuka adalah :

1.      1 / 1-c2.

1 / 1-c+m 3.

1 / c4.

1 /1-c-m

30.)  Didalam perekonomian terbuka terdapat unsure / komponen yang tidak ada di dalam perekonomian tertutup yaitu ekspor dan impor, Kedua komponen tersebut disebut :

1.      Neraca perdagangan

2.      Neraca pembayaran.

3.      Arus kas netto.

4.      Transfer payment.

31.)  Pos-pos yang terdapat dalam APBN mempunyai pengaruh di dalam perekonomian, dibawah ini pos dalam APBN yang bersifat deflasioner, yaitu :

1.      Transfer payment.

2.      Obligasi dari masyarakat dalam negeri.

3.      Kredit dari bank sentral.

4.      Pengeluaran Negara.

32).  Kredit bank sentral akan mempengaruhi jumlah uang yang beredar melalui money multiflier. Sebelum jumlah uang beredar bertambah. Pengaruh langsung yang terjadi adalah :

1.      Bertambahnya jumlah uang inti.

2.      Berkurangnya jumlah uanh inti.

3.      Berkurangnya tingkat suku bung.

4.      Berkurangnya tingkay suku bunga,

33.)  Uang inti yang ada dimasyarakat dipengaruhi oleh banyak factor, seperti dibawah ini adalah :

1.      Bunga giro dan deposito

2.      Bunga kredit bank.

3.      Pengeluaran pemerintah,

4.      Bea masuk.

34. ) Kebijakan moneter sulit diterka, sehingga menyulitkan pengunaannya dalam praktek, sehingga pemerintah secara otomatis dan teratur, menaikan jumlah uang beredar sesuai dengan kenaikan kebutuhan uang rata-rata sebagai ganti dari kebijakan moneter. Pernyataan diatas sesuai dengan pemikiran :

1.      Adam Smith.

2.      John Maynard Keynes.

3.      Milton Friedman.

4.      David Ricardo.

35. ) Menurut Keynes permintaan uang untuk transaksi ditentukan oleh :

1.      Tingkat harga dan GDP riil.

2.      Suku bunga dan GDP nominal.

3.      Tingkat harga dan GDP riil.

4.      Tingkat harga dan GDP Nominal

36.)  Dalam analisis permintaan terdapat dua konsep yaitu Keynes Effect dan Pigou Effect. Keynes Effect merupakan perubahan harga yang mengakibatkan tingkat pendapatan keseimbangan, melalui

1.      Real money supply.

2.      Real cash balance masyarakat.

3.      Money multiflier

.4.      Income multiflier.

37.)  AC. Pigou menerangkan pengaruh perubahan harga berpengaruh pada tingkat pendapatan keseimbanagan, dalam artikelnya yang terkenal adalah :

1.      The wealth of Nation.

2.      The Organization Ethic.

3.      The Classical Stationary State.

4.      The Classical theory.

38.)  Pigou effect adalah pengaruh perekonomian akibat dari perubahan harga melalui :

1.      Real money supply.

2.      Real cash balance masyarakat

3.      Money multiflier.

4.      Income multiflier.

39.)  Yang dimaksud dengan kurva IS adalah :

1.      Kurva yang menunjukan hubungan antara tingkat harga dengan pendapatan nasional.

2.      Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat bunga.

3.      Kurva yang menunjukan buhungan pendapatan nasional pada tingkat investasi.

4.      Kurva yang menunjukan hubungan antara pendapatan nasional dengan tingkat tabungan.

40).  Keadaan perekonomian dimana terpenuhi syarat keseimbangan pasar barang tetapi tidak memenuhi syarat keseimbangan di pasar uang atau sebaliknya, disebut:

1.      Keseimbnagan sementara.

2.      Keseimbangan pasar barang.

3.      Keseimbangan pasar uang.

4.      Keseimbangan semu.

41.)  Permintaan uang ( L1 ) merupakan gabungan dari permintaan uang untuk transaksi dengan permintaan uang untuk berjaga-jaga. Dijadikan satu karena permintaan uang untuk berjaga-jaga besal-kecilnya tergantung dari :

1.      Pendapatan.

2.      Tingkat harga.

3.      Transaksi

4.      Tingkat bunga.

42.)  Dibawah ini adalah kebijakan pemerintah dalam pasar uang yang termasuk dalam “ Quantitative Credit Control “, kecuali :

1.      Selective credit control.

2.      Manipulasi legal reserve ratio.

3.      Open market operation.

4.      Rediscount policy.

43.)  Pada tahun 1974, seorang ekonom yang memperjelas garis yang membatasi teori kuantitas uang dengan teori lainnya adalah :

1.      Adam Smith

.2.      John Maynard Keyness.

3.      Milton Friedman

4.      Thomas M. Humphrey.

44).  Perumusan teori kuantitas uang yang oleh kebanyakan ahli ekonomi dianggap sebagai perumusan yang tertua terdapat pada tulisan :

1.      Milton Friedman

.2.      Adam Smith.

3.      John Maynard Keyness.

4.      Jean Bodin.

45).  Karena bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan percetakan uang baru atau kenaikan permintaan luar negeri akan barang-barang ekspor atau bertambahnya pengeluaran investasi swasta karena kredit murah, Ketiga hal diatas berakibat :

1.      Demand inflation

2.      Cost inflation

3.      Domestic inflation

4.      Imported inflation.

46.)  Fungsi konsumsi menurut konsepsi Keyness pada tahun 1940 telah menimbulkan ……..

1.      Hipotesa konsumsi.

2.      Variabel nyata.

3.      Hipotesa pendapatan.

4.      Hipotesa stagnasi.

47.)  Dibawah ini adalah pernyataan yang ditekankan dalam teori inflasi structural. Kecuali :

1.      Menerangkan proses inflasi jangka panjang di Negara sedang berkembang.

2.      Jumlah uang yang beredar bertambah dan secara pasif mengikuti dan menampung kenaikan harga-harga, tersebut.

3.      Inflasi selalu terjadi pada Negara sedang berkembang.

4.      Ketegaran-ketegaran yang ada disebabkan oleh kebijaksanaan harga atau moneter pemerintah sendiri.

48.  )Menurut teori structural ada 2 ketegaran utama dalam perekonomian Negara sedang berkembang yang bisa menimbulkan inflasi, salah satunya adalah ketegaran yang berkaitan dengan :

1.      Kegagalan pasar.

2.      Pengangguran.

3.      Ketidakelastisan dari penerimaan ekspor.

4.      Ketidakelastisan harga

49.)  Perbedaan demand inflation dengan cost inflation terlihat pada ………….

1.      Dari segi kenaikan harga out put.

2.      Volume out put ( GDP riil ).

3.      Omzet penjualan.

4.      Sarana produksi.

50).  Kenaikan harga barang akhir ( output ) mendahului kenaikan barang-barang input dan harga factor produksi. Keadaan ini terjadi dalam pasar :

1.      Suppresed inflation.

2.      Demand inflation.

3.      Supply inflation.

4.      Cost inflation.

Jawaban Soal Pilihan Ganda :1.  b     6.  c     11.  c     16.  b     21.  a2.  a     7.  a     12.  c     17.  d     22.  b3.  b     8. d     13.  d     18.  c      23.  a4.  c     9.  b     14.  a     19.  c     24.  c5.  d    10. a     15.  b     20.  b     25.  d
26.  b     31.  a     36.  b     41. c     46.  a27.  c     32.  a     37.  a     42.  a     47.  a28.  b     33.  b     38.  c     43.        48.  d29.  a     34.  b     39.  b     44.  b     49.  a30.  a     35.  d     40.  d     45.  b     50.  c

II. Soal Esay !
1.      Sebutkan Pos-pos kebijaksanaan fiscal dala APBN. Dan Jelaskan 3 konsep deficit, surplus dan berimbang dari pos-pos yang ada dalam neraca anggaran tersebut !2.      Jika diketahui marginal propencity to consume sebesar 0.8 dan dana yang tersedia 2 milyar. Berapa besarnya permintaan agregat bila pemerintah menempuh jalan : a. Membeli barang dan jasa.b. Menaikan gaji pegawaic. Membayar Transter payments.
Jawaban soal Esay : 1. KONSEP DEFISIT
G + W + Tr > Tx
G + W + Tr > Tx + B
G + W + Tr > Tx + B + F, atau
U > O

C = Belanja Barang dan Jasa
W = Gaji Pegawai
Tr = Transfer Payment
Tx= Penerimaan Pajak
B = Pinjaman / Obligasi dalam negeri
F = Pinjaman / hutang luar negeri
U = Kredit likuiditas bank sentral
KONSEP SURPLUS
G + W + Tr < Tx
G + W + Tr < Tx + B
G + W + Tr < Tx + B + F, atau
U < O

KONSEP BERIMBANG
G + W + Tr = Tx
G + W + Tr = Tx + B
G + W + Tr = Tx + B + F, atau
U = O
2. A .∆z = 1 .∆G
1-C
= 1 . 2 M
1 – 0.8
= 1 . 2M
0.2
= 10 M
B. .∆z = C .∆C
1-C
= 0.8. 2M
0.2
= 8 M
C. .∆z = C .∆R
1-C
=0.8. 2M
0.2
= 8 M

KALIMAT

Posted in Uncategorized on March 13, 2010 by riski21208074

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat.  Dengan kata yang seperti  itu hanya  dapat  disebut sebagai  frasa.  Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa.

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.

contoh kalimat secara umum :

– Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama.
– Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu.
– The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah.

Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
– Subjek / Subyek (S)
– Predikat (P)
– Objek / Obyek (O)
– Keterangan (K)

KALIMAT EFEKTIF

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan kalimat bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek – predikat, predikat – objek, dan predikat – keterangan. Dalam penulisan tampak kalimat-kalimat yang panjang tidak mempunyai S dan p. Ada pula kalimat yang secara gramatikal mempunyai subjek yang diantarkan oleh partikel.hal seperti ini hendaknya dihindarkan oleh pemakai kalimat agar kesatuan gagasan yang hendak disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca atau pendengar.

Contoh ;

1. Bangsa Indonesia menginginkan keamanan, kesejahteraan, dan kedamaian.

2. Kebudayaan daerah adalah milik seluruh bangsa Indonesia

2. Kehematan (Economy)

Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimay dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, sebaliknya dikatakan tidak hemat kerena jumlah katanya terlalu banyak. Yang utama adalah seberapa banyakkah kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, tidak usah menggunakan belasan kata, kalau maksud yang dituju bisa dicapai dengan beberapa kata saja. Oleh karena itu, kata-kata yang tidak perlu bisa dihilangkan. Untuk penghematan kata-kata hal-hal berikut perlu diperhatikan.

a. Mengulang subjek kalimat

b. Hiponim dihindarkan

c. Pemkaian kata depan ‘dari’ dan ‘daripada’.

3. Penekanan (Emphasis)

a. Pemindahan letak Frase

b. Mengulang kata-kata yang sama

Disamping dilakukan dengandua hal yang disebutkan di atas, penekanan / penegasan dapat juga dilakukan dengan :

a. Penegasan dengan Intonasi

b. Penegasan dengan Partikel

c. Penegasan dengan kata keterangan

d. Penegasan dengan Kontras Makna

e. Penegasan dengan Pemindahan Unsur

f. Penegasan dalam bentuk pasif

4. Kevariasian (Variety)

Ciri kevariasian akan diperoleh jika kalimat yang satu dibandingkan dngan kalimat yang lain. Kemungkinan variasi kalimat tersebut sebagai berikut.

a. Variasi dalam pembukaan kalimat

Ada beberapa kemungkinan untuk memulai kalimat demi efektifitas, yaitu dengan variasi pada pembukaan kalimat. Dalam variasi pembukaan kalimat, sebuah kalimat dapat dimulai atau dibuka dengan :

1) Frase keterangan (waktu, tempat, cara)

2) Frase Benda

3) Frase Kerja

4) Partikel Penghubung

Contoh:

a) Mang Usil dari kompas menganggap hal ini sebagai suatu isarat sederhana untuk bertransmigrasi (Frase benda)

b) Dibuangnya jauh-jauh pikiran yang menghantuinya selama ini (Frase Kerja)

c) Karena bekerja terlalu berat dia jatuh sakit (frase Penghubung)

b. Variasi dalam pola kalimat

Untuk efektifitas kalimat dan untuk menghindari suasana menoton yang dapat menimbulkan kebosanan, pola kalimat subjek – Predikat – Objek dapat diubah menjadi predikat – objek – Subjek atau yang lainnya.

Contoh :

1) Dokter muda itu belum dikenal oleh masyarakat desa Sukamaju. (S – P- O)

2) Belum dikenal oleh masyarakat desa Sukamaju doketr muda itu. (P – O – S)

3) Dokter muda itu oleh masyarakat desa Sukamaju belum dikenal. (S – O – P)

c. Variasi dalam jenis kalimat

Untuk mencapai efektifitas sebuah kalimat berita atau pertanyaan, dapat dikatakan dalam kalimat Tanya atau kalimat perintah. Perhatikan contoh berikut.

…………………..Presiden SBY sekali lagi menegaskan perlunya kita lebih hati-hati memamakai bahan baker dan energi dalam negeri. Apakah kita menangkap peringatan tersebut?

Dalam kutipan tersebut terdapat satu kalimat yang dinyatakan dalam bentuk Tanya. Penulis tentu dapat mengatakannya dalam kalimat berita. Akan tetapi untuk mencapai efektifitas, ia memakai kalimat Tanya.

d. Variasi bentuk aktif-pasif

Perhatikan contoh berikut!

a) Pohon pisang itu cepat tumbuh. Kita dengan mudah dapat menanamnya dan memeliharanya. Lagi pula kita tidak perlu memupuknya. Kita hanya menggali lubang, menanam, dan tinggal menunggu buahnya.

Bandingkan dengan kalimat berikut!

b) Pohon pisang itu cepat tumbuh. Dengan mudah pohon pisang itu dapat ditanam dan dipelihara. Lagi pula tidak perlu dipupuk kita hanya menggali lubang, menanam dan tinggal menunggu buahnya.

Kalimat-kalimat pada paragaf (a) semuanya berupa kalimat katif, sedangkan pada paragraph (b) berupa kalimat aktif dan pasif. Dapat dikatakan, bahwa kalimat-kalimat pada paragraf (a) tidak bervariasi sedangkan paragraf (b) bervariasi, namun hanya variasi aktif – pasif.

DIKSI

Posted in Uncategorized on March 13, 2010 by riski21208074

Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.Arti kedua, arti “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata – seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.

Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran – kata formal atau informal dalam konteks sosial – adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi,                                                                                    contohnya : penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks

Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan cerita mereka. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata. Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya.

Agar usaha mendayagunakan teknik penceritaan yang menarik lewat pilihan kata maka diksi yang baik harus

(1) tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan atau hal yang diamanatkan

(2) untuk memilih tepat seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk    membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya.

(3) pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya mungkin kalau ia menguasai sejumlah besar kosa kata (perbendaharaan kata) yang dimiliki masyarakat bahasanya, serta mampu pula menggerakkan dan mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas dan efektif

Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata, frase, klausa, dan kalimat. Kata merupakan tataran terendah & kalimat merupakan tataran tertinggi. Ketika Anda menulis, kata merupakan kunci utama dalam upaya membentuk tulisan. Oleh karena itu, sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik, agar ide dan pesan seseorang dapat mudah dimengerti. Dengan demikian, kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. Kata sebagai unsur bahasa, tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Akan tetapi, kata-kata tersebut harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang benar.
Menulis merupakan kegiatan yang mampu menghasilkan ide-ide dalam bentuk tulisan secara terus-menerus & teratur (produktif) serta mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, perasaan (ekspresif). Oleh karena itu, ketrampilan menulis / mengarang membutuhkan grafologi, struktur bahasa, & kosa kata. Salah satu unsur penting dalam mengarang adalah penguasaan kosa kata. Kosa kata merupakan bagian dari diksi. Ketepatan diksi dalam suatu karangan merupakan hal yang tidak dapat diabaikan karen ketidaktepatan penggunaan diksi pasti akan menimbulkan ketidakjelasan makna.
Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan “cerita” mereka. Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata. Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan / menceritakan suatu peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan

Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna.

1.Makna sebuah kata / sebuah kalimat mrpkan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

v  Makna Leksikal dan makna Gramatikal
Makna Leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita. Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).
Makna Gramatikal adalah untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “‘ banyak buku.”

v  Makna Referensial dan Nonreferensial
Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu
Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial)

v  Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Contoh: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal.
Makna konotatif adalah: makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping.

v  Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”.
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . Contoh: Kata melati berasosiasi dg suatu yg suci / kesucian. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis.

v  Makna Kata dan Makna Istilah
Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan,tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan.
Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara.

v  Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu.
Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa.

v  Makna Kias dan Lugas
Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya.
Contoh: Putri malam, bermakna bulan
Raja siang, bermakna matahari.

2.Relasi adalah hubungan makna yang menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya.

Adapun relasi makna terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

v  Kesamaan Makna (Sinonim)
Sinonim adalah sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat, bunga dan kembang

v  Kebalikan Makna (Antonim)
Antonim adalah ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.

v  Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambiguitas)
Polisemi adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
Ambiguitas atau ketaksaan adalah sebagai kata yang bermakna ganda / mendua arti. Konsep ini tdk salah, tetapi kurang tepat sebab tdk dpt dibedakan dengan polisemi. Contoh:
– Buku sejarah itu baru terbit
– Buku itu berisi sejarah zaman baru.

v  Ketercakupan Makna (Hiponimi)
Hiponimi adalah sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.

v  Kelebihan Makna (Redundansi)
Redundansi dapat diartikan sebagai ‘berlebih-lebihan dalam pemakaian unsur segmental pada suatu bentuk ujaran’. Contoh : Bola di tendang si Udin, maknanya tidak akan berubah bila dikatakan Bola ditendang oleh si Udin. Pemakaian kata oleh pada kalimat kedua dianggap sebagai suatu yang redundansi, yang berlebih- lebihan, dan sebenarnya tidak perlu bahasanya, serta mampu menggerakkan & mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jarring-jaring kalimat yang jelas & efektif.

Contoh pengunaan diksi dlm Fakta yg ada di sekitar lingkungan kita adlh :
“Aku suka kamu !
Aku Cinta banget sama kamu !
Mau nggak kamu jadi pacar aku ?Soal aku jatuh hati banget sama kamu !”

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum, namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.

kata baku adalah adalah ejaan yang benar, sedangkan kata tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.

Contoh kata baku dan kata tidak baku, di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul :
– apotik : apotek
– atlit : atlet
– azas : asas
– azasi : asasi
– bis : bus
– do’a : doa
– duren : durian
– gubug : gubuk
– hadist : hadis
– ijin : izin
– imajinasi : imaginasi
– insyaf : insaf
– jaman : zaman
– kalo : kalau
– karir : karier
– kongkrit : konkret
– nomer : nomor
– obyek : objek
– ramadhan : ramadan
– rame : ramai
– rapor : rapot
– sentausa : sentosa
– trotoar : trotoir

Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan
– kreatifitas : kreativitas
– kreativ : kreatif
– aktifitas : aktivitas
– aktiv : aktif
– sportifitas : sportivitas
– sportiv : sportif
– produktifitas : produktivitas
– produktiv : produktif

RAGAM BAHASA

Posted in Uncategorized on March 13, 2010 by riski21208074

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi.Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Dan yang dimaksud ragam bahasa sendiri adalah suatu bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi dan dipakai dalam berbagai keperluan yang tidak seragam tetapi berbeda-beda disesuaikan dengan situasi dan kondisi, atau suatu keanekaragaman penggunaan bahasa Indonesia.

Ragam bahasa terdiri dari cara pengungkapan dan ragam fungsional.

  1. Cara pengungkapan adalah suatu media atau cara yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan komunikasi, misalanya dengan cara
  • Ragam bahasa Lisan

Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonemena sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Contoh: Ibu bilang kita harus rajin belajar

Saya tinggal dijakarta

Ciri-ciri Ragam Bahasa Lisan:

Memerlukan kehadiran orang lain

Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap;

Terikat ruang dan waktu

Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

Kelebihan Ragam Bahasa lisan:

Di dalam ragam lisan unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, dan objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak, mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi.

Kelemahan Ragam bahasa lisan:

Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang dan waktu. Apa yang dibicarakan secara lisan di dalam sebuah ruang kuliah, hanya akan berarti dan berlaku untuk waktu itu saja. Apa yang diperbincangkan dalam suatu ruang diskusi  belum tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada di luar ruang

  • Ragam bahasa tulis

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Contoh : Ibu mengatakan bahwa kita harus rajin belajar

Saya bertempat tinggal dijakarta

Ciri-ciri Ragam bahasa tulisan:

Tidak memerlukan kehadiran orang lain;

Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap;

Tidak terikat ruang dan waktu;

Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.

Kelebihan Ragam Bahasa tulisan:

Ragam tulis tidak terikat oleh situasi, kondisi, ruang, dan waktu.

Kelemahan Ragam bahasa tulisan:

Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada di depan pembicara. Kelengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang “diajak bicara” mengerti isi tulisan itu. Contoh ragam tulis ialah tulisan-tulisan dalam buku, majalah, dan surat kabar.

Berikut ini dapat kita bandingkan wujud bahasa Indonesia ragam lisan dan ragam tulis. Perbandingan ini didasarkan atas perbedaan penggunaan bentuk kata, kosakata, dan struktur kalimat.

a. Ragam Lisan

1)      Penggunaan Bentuk Kata : Kendaraan yang ditumpanginya nabrak pohon mahoni.

2)      Penggunaan Kosakata : Saya sudah kasih tahu mereka tentang hal itu.

3)      Penggunaan Struktur Kalimat :  Rencana ini saya sudah sampaikan kepada Direktur.

b. Ragam Tulis

1.      Penggunaan Bentuk Kata :  Kendaraan yang ditumpanginya menabrak pohon mahoni.

2.      Penggunaan Kosakata :  Saya sudah memberi tahu mereka tentang hal itu .

3.      Penggunaan Struktur Kalimat : Rencana ini sudah saya sampaikan kepada Direktur.

  1. Ragam Bahasa Fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga,

lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.

  • Ragam Keilmuan/Teknologi  : Komputer adalah mesin pengelola informasi. Berjuta-juta fakta dan bagan yang berbeda dapat disimpan dalam komputer dan dapat dicari lagi apabila diperlukan.
  • Ragam Kedokteran : Kita mengenal dua macam diabetes, yaitu diabetes inspidus dan diabetes mellitus. Diabetes inspidus disebabkan oleh kekurangan hormon antidiuretik (antidiuretic hormone = ADH) diproduksi oleh kelenjar pituitaria yang berada di dasar otak sehingga kita mengeluarkan urine terus atau kencing saja. Pada diabetes mellitus yang kurang adalah hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas yang berada dibawah hati.
  • Ragam Keagamaan  : Tidaklah orang-orang itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam.
  • Ragam Bahasa Sastra : Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra

banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif. Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna  konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca.

  • Ragam Bahasa Iklan :Bergaya bahasa hiperbola, berpersuasif, dan berkalimat menarik, ciri-ciri ragam bahasa iklan. Selain itu, ragam bahasa iklan bernada sugestif

Sikap Generasi Muda Terhadap Fungsi dan Peranan Bahasa Indonesia

Posted in Uncategorized on March 13, 2010 by riski21208074

Berbanggalah menjadi warga Negara Indonesia karena memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Indonesia yang mampu mendukung budaya bangsa, berkembang berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan karena tidak semua bangsa di dunia ini mempunyai bahasa nasional yang dipakai secara luas dan dijunjung tinggi. Adanya bahasa nasional yang dapat menyatukan berbagai suku bangsa yang berbeda merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sanggup mengatasi perbedaan yang ada. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda. Agar kepercayaan diri yang kuat dapat dibangun, ientitas diperlukan oleh sebuah Negara. Identitas sebuah bangsa bisa diwujudkan di antaranya melalui bahasanya. Dengan adanya sebuah bahasa yang mengatasi berbagai bahasa yang berbeda, suku-suku bangsa yang berbeda dapat mengidentikkan diri sebagai suku bangsa melalui bahasa tersebut. Sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa yang budaya dan bahasanya berbeda, bangsa Indonesia mengalami maslah besar dalam melangsungkan kehidupannya. Perbedaan dapat memecah belah bangsa ini. Dengan adanya bahasa Indonesia yang diakui seagai bahasa nasional oleh semua suku bangsa yang ada, perpecahan itu dapat dihindari karena suku-suku bangsa di Indonesia merasa satu. Kalau tidak ada bahasa Indonesia, bangsa Indonesia denagn keanekaragaman suku bangsa sakan menghadapi masalah perpecahan bangsa, terutama masalah komunikasi. Jadi berbanggalah memiliki bahasa Indonesia yang sudah berabad-abad Oleh karna itu kita sebagai generasi muda harus bangga terhadap bahasa yang digunakan Negara kita yaitu bahasa Indonesia, dan kita harus senantiasa menjaga fungsi dan peranan dari bahasa Indonesia, karna fungsi dari bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yaitu lambang kebanggaan bangsa, lambang identitas bangsa, alat pemersatu, alat penghubung antardaerah sedangkan peranannya adalah sebagai bahasa penghubung tingkat nasional. Untuk kepentingan pembangunan dan pemerintahan di tingkat nasional diperlukan sebuah bahasa sebagai alat perhubungan sehingga komunikasi tidak terhambat dan sebagai Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya. Maka sikap kita sebagai generasi muda terhadap fungsi dan peranan bahasa Indonesia adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang sesuai dengan unsur-unsur yang berlaku serta menanamkan dalam hati bahwa kita cinta terhadap bahasa kita yaitu bahasa Indonesia Penanaman rasa cinta tanah air yang dimulai sejak dini bisa menjadi salah satu solusi menghadapi ‘krisis bahasa’ saat ini. Dari sekian banyaknya hal yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa nasional adalah salah satunya. Tidak peduli agama apapun, suku apapun, ras apapun, kita merasa dipersatukan oleh bahasa yang sama, Bahasa Indonesia. Mengingat perannya yang begitu besar, sudah sepatutnya kita menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia, seperti yang tertuang dalam Sumpah Pemuda. Meningkatkan rasa cinta pada Bahasa Indonesia secara otomatis meningkatkan rasa cinta tanah air. Kebanggaan menggunakan bahasa nasional melebihi bahasa internasional akan meningkatkan rasa nasionalisme. Sehingga tidak berlebihan jika bahasa diharapkan sebagai salah satu media untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

Koperasi Unit Desa

Posted in Uncategorized on January 3, 2010 by riski21208074

Koperasi Unit Desa adalah suatu Koperasi serba usaha yang beranggotakan penduduk desa dan berlokasi didaerah pedesaan, daerah kerjanya biasanya mencangkup satu wilayah kecamatan. Pembentukan KUD ini merupakan penyatuan dari beberapa Koperasi pertanian yang kecil dan banyak jumlahnya dipedesaan. Selain itu KUD memang secara resmi didorong perkembangannya oleh pemerintah.

Menurut instruksi presiden Republik Indonesia No 4 Tahun 1984 Pasal 1 Ayat (2) disebutkan bahwa pengembangan KUD diarahkan agar KUD dapat menjadi pusat layanan kegiatan perekonomian didaerah pedesaan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional dan dibina serta dikembangkan secara terpadu melalui program lintas sektoral. Adanya bantuan dari pemerintah tersebut ditujukan agar masyarakat dapat menikmati kemakmuran secara merata dengan tujuan masyarakat yang adil makmur akan juga tercapai dengan melalui pembangunan dibidang ekonomi, misalnya dengan memberikan kredit kepada pihak-pihak yang ekonominya masih lemah atau rakyat kecil terutama didaerah pedesaan Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitanlangsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha

koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha,

misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan

pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa

(KUD).

KUD menjadi tumpuan harapan petani di daerah kerjanya serta merupakan salah satu kelembagaan agribisnis dalam mendukung pengembangan system agribisnis di pedesaan. Agar KUD dapat melakukan peranannya dengan baik, maka KUD harus dikelola secara produktif, efektif, dan efisien untuk mewujudkan pelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat sebesarbesarnya bagi anggotanya, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha yang lainnya. Pengelolaan yang dimaksud adalah seluruh komponen yang ada dalam perusahaan seperti pemasaran, produksi, keuangan, personil, pembelian, system informasi manajemen dan organisasi.

faktor-faktor yang berpengaruh yang dibentuk oleh faktor internal, yakni faktor peran serta anggota, aktivitas dan sumber daya manusia serta faktor eksternal terhadap kinerja KUD. Ini dapat diinterpretasikan bahwa peran serta anggota merupakan faktor penentu terhadap kinerja KUD di Provinsi Bali. Berarti pada setiap kegiatan pengelola harus melibatkan anggota secara aktif jika ingin KUD berhasil, seperti membuat perencanaan, meningkatkan modal koperasi dengan cara meningkatkan partisipasi anggota dalam proses pemupukan modal, dll. Pada dasarnya orang masuk suatu badan usaha dengan tujuan mendapatkan manfaat. Pengurus KUD harus menunjukkan manfaat masuk KUD kepada para anggota dan masyarakat dengan melakukan tindakan nyata seperti merealisasikan pembagian SHU pada saat RAT dan menunjukkan distribusi SHU ke simpanan sukarela sesuai dengan aktivitas yang telah dilakukan kepada KUD. Faktor aktivitas berupa perputaran modal kerja merupakan faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas manajemen KUD di Provinsi Bali dalam mencetak nilai penjualan dengan mengunakan modal kerja serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan. Karenanya periode perputaran modal kerja dimulai dari saat di mana kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat di mana kembali lagi menjadi kas.Namun perlu diingat bahwa makin pendek periode perputaran modal kerja berarti makin cepat perputarannya atau makin tinggi tingkat perputarannya sehingga dapat meningkatkan keuntungan. Sebaliknya makin panjang periode perputaran modal kerja berarti makin lambat perputarannya atau makin rendah tingkat perputarannya sehingga dapat menurunkan keuntungan. Rasio perputaran rata-rata piutang (PRrP) menunjukkan cepat lambatnya piutang dapat ditagih, di mana kondisi aktual di KUD masih banyak piutang usaha

karena terlalu lama pelunasannya seperti tagihan rekening listrik di beberapa KUD yang mana pembayaran listrik ditalangi oleh KUD. Piutang Kredit usaha tani/kredit ketahanan pangan mengakibatkan lamanya aktiva mengendap pada piutang usaha yang memperlambat berputaran modal kerja pad akhirnya menurunkan memperoleh keuntungan pada suatu periode tertentu. Hal ini akan mempunyai dampak terhadap efektivitas manajemen KUD di Provinsi Bali dalam mencetak nilai penjualan dengan mengunakan total modal kerja, serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan. KUD di Provinsi Bali efektif mencetak nilai penjualan dengan mengunakan total modal kerja, serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan, jika cepatnya periode perputaran modal kerja akan meningkatkan keuntungan. Sebaliknya kurang efektif mencetak nilai penjualan dengan mengunakan total modal kerja, serta mengubah penjualan itu menjadi keuntungan, jika lambat periode perputaran modal kerja dan rendahnya keuntungan. Dengan kata lain efektif tidaknya KUD di Provinsi Bali mengunakan total modal kerja perusahaan untuk memperoleh keuntungan sangat tergantung pada faktor cepat atau lambatnya periode perputaran modal kerja. Kualitas sumber daya manusia KUD meliputi manajer, pengawas, dan karyawan merupakan faktor penentu keberhasilan KUD. Makin tinggi kualitas SDM KUD, maka kemungkinan berhasil makin tinggi, berarti kinerja KUD akan semakin bagus. Namun kualias SDM KUD di Bali belum sesuai dengan harapan, karena sulitnya mendapatkan karyawan yang suka bekerja untuk KUD dengan ”upah/gaji” yang wajar. Pendidikan yang relatif rendah juga menyebabkan sulitnya mendidik mereka untuk mampu memahami persoalan-persoalan tataniaga serta memperhitungkan kondisi-kondisi daerah kerjanya.